
Begins with the end in mind 🌈 Hidup, harapnya bukan sekadar hidup 🌈
Usrah vs Halaqah?

Celik hati
Masya Allah. Ana baru jek tiba dari negeri tanah air ana.di kota bharu. Suatu hari ana dan keluarga ke.pasar ct khadijah, dan mata ana tertumpu.kepada.seorang pakcik.di.satu sudut yang bersandar di tiang, mengalunkan ayat2 suci al-quranul kareem. Suara beliau lantang kedengaran, bacaannya lancar seolah2 ayat-ayat itu sedia ada dalam memorinya. Hati ana bertambah sayu bila.mendapati empunya suara itu membelek lembaran2 kertas kosng berisi titik-titik yg xmampu difahami.insan biasa seperti kita. Hanya mereka yg istimewa mampu membaca lembaran brail itu.
Masya Allah, kita yg bermata celik.lagi sihat tubuh badan pun dipalit rasa malas mengalunkan ayat2 Allah. Tangan kita tidak perlu menelusuri laju sehelai kertas utk membaca lembaran quran. Cukup sekadar mencari waktu dan mula membacanya. Perlahan da dengan penuh tertib. Insya Allah ayat2 itu akan menjadi pengubat hati kita, menjadi pendinding dari melakukan perkara yg mmbawa kepada kemurkaanNya insya Allah
Cemburu Terbit di Ufuk Cinta
tajuk kali ini saya petik dari buku yang saya baca sekarang, Jalan Cinta Para Pejuang karangan Salim A. Fillah.
Sabda Rasulullah SAW.: "Tiga perkara yang barangsiapa terdapat (ketiga-tiga perkara itu) padanya nescaya dia memperolehi kemanisan iman (iaitu) Allah dan Rasul-Nya adalah lebih dia cintai daripada selainnya (Allah dan Rasul), dan dia mencintai seseorang semata-mata kerana Allah, dan dia benci untuk kembali kepada kekufuran (maksiat) sebagaimana dia benci dilemparkan ke dalam api".
(Hadis Sahih Riwayat Bukhari dan Muslim dan lain-lain)
Kubaca Firman Persaudaraan
tak perlu, kerana ia hanyalah akibat dari iman
aku ingat pertemuan pertama kita, akhi sayang
dalam dua detik, dua detik saja
aku telah merasakan perkenalan, bahkan kesepakatan
itulah ruh-ruh kita yang saling sapa, berpeluk mesra
dengan iman yang menyala, mereka telah mufakat
meski lisan belum saling sebut nama, dan tangan belum berjabat
ya, kubaca lagi firmanNya, “sungguh tiap mukmin bersaudara”
aku makin tahu, persaudaraan tak perlu diperjuangkan
kerana saat ikatan melemah, saat keakraban kita merapuh
saat salam terasa menyakitkan, saat kebersamaan serasa siksaan
saat pemberian bagai bara api, dan saat kebaikan justeru melukai
aku tahu, yang rombeng bukanlah ukhuwah kita
hanya iman-iman kita yang sedang sakit, atau menjerit
mungkin dua-duanya, mungkin kau saja
tentu terlebih sering, imankulah yang compang-camping
kubaca firman persaudaraan itu, akhi sayang
dan aku makin tahu,mengapa di kala lain diancamkan;
“para kekasih pada hari itu, sebagian menjadi musuh sebagian yang lain..kecuali orang-orang yang bertaqwa”