GST is rising up by 2.5%

Yesterday is a great shopping day. Everyone rush to the store and pick up everything their heart's desire. Just in a day, a salesman was able to sell 6units of camera digital which is way beyond the normal daily sales.
Since New Zealand Tax will officially rise up from 12.5% to 15% tomorrow, everyone act out of their normal behavior. Grab anything you wish before the price coming up. If the items was only on their wish list, then only yesterday the item officially become theirs.
maybe the same scenario would occur when we know the officially date and time of this earth will vanish forever and ever. Just like the customer behavior I've seen yesterday, they wont deeply think upon something and will do, grab anything that is beneficial to them. If they think that reading quran will safe them from the day of judgement, that is definitely what they will do. They will give up everything they have just to free themselves from the hellfire. All these will definitely happen, and 100% confident will occur. Allah himself has described it in the Quran,

(70:11) although they shall be within sight of one another. *11 The guilty one would fain ransom himself from the torment of that Day by offering his children,
Dan sahabat karib tidak bertanyakan hal sahabat karibnya, (kerana tiap-tiap seorang sibuk memikirkan hal keadaannya sendiri),

[11]
Padahal masing-masing diberi melihat setengahnya yang lain; (pada saat yang demikian) orang yang kafir suka kiranya dapat menebus dirinya dari azab itu dengan anak-anaknya sendiri,
[12]Dan isteri serta saudaranya,
[13]Dan kaum kerabatnya yang melindunginya,
[14]Dan juga sekalian makhluk yang ada di bumi – kemudian (diharapkannya) tebusan itu dapat menyelamatkannya.
[15]Tidak sekali-kali (sebagaimana yang diharapkannya)! Sesungguhnya neraka (yang disediakan baginya) tetap menjulang-julang apinya,
[16](Membakar serta) menggugurkan kulit ubun-ubun dan anggota anggota tubuh badan,


But all those jual beli tidak akan diterimakerana setiap orang akan dipertanggungjawabkan terhadap apa yang telah dilakukanya. Tiada seorang pun yang akan dirugikan pada hari itu. Menggeletar rasanya bila difikirkan akan hari itu. Mungkin kerana itulah Allah merahsiakan akan hari tersebut, agar manusia sentiasa bersedia. Tidaklah menjadi orang yang tergesa-gesa dan merebut apa saja dihadapan mereka di saatsaat akhir. Wallahua'lam

It is Graduation again

WOW everyone are in their best outfit, put on their nicest smile, wearing anything that can boost up their confidence while walking on the grand stage. Can't wait for my own day to come. Yesterday I celebrated this joyful day with some of my friends, congratulate them and praying for the best future to come. Ameen ameen.

here are some photos from the university website.
http://www.auckland.ac.nz/uoa/home/for/current-students/cs-academic-information/cs-graduation-information/cs-graduation-photos

Why people are looking forward for this special day I questioned myself.
Hmm maybe being a student is sooo haaarrdd that they put their best effort in attending classes, assignments, test, exam, lab reports, tutorial, etc etc etc.
OO maybe that is why graduation day is the perfect time to reward themselves and enjoy the greatest moment of their student life.
Emm maybe maybe, that is why each and every student looking forward for this day.

Everyone who struggle and strive for the best will be eager to trat themselves after they finish on their stuff. Isnt it similar to our life as a Muslim? As a student, we will avoid anything that could reduce our marks or lead us to fail in exam, which is the worst case scenario. And try to put it in a longer time frame. If are afraid to be throw in the Hell we will also try our best run away from everything that could lead us there. Waiyazubillah. Besides If we struggle fighting our 'nafsu', do everything that Allah ask us to, and give some portion of our belongings to others just to seek Allah's Blessed, then we should feel the same as well. We will look after to see HIM and prepare our best before receiving the 'Graduation Certificate'.

14. Therefore I have warned you of a Fire blazing fiercely (Hell);
15. None shall enter it save the most wretched,
16. Who denies and turns away.
17. And Al-Muttaqun (the pious and righteous - see V.2:2) will be far removed from it (Hell).
18. He who spends his wealth for increase in self-purification,
19. And have in his mind no favour from anyone for which a reward is expected in return,
20. Except only the desire to seek the Countenance of his Lord, the Most High;
21. He surely will be pleased (when he will enter Paradise).
[Al-Lail, 92:14-21]

Penyerahan Total

Astaghirullah al-azim,
sukarnya menjadi seorang mukmin dan sebenar-benar mukmin. Aku sedar, aku masih baru nak bertatih untuk benar-benar memahami Islam. Baru nak mendekati al-quran dengan sebenar-benar dekat. Masih banyak kata-kataNya yang sepi ditelingaku, masih kosong di hatiku. Baru-baru ni, baru saya lalui satu ayat di surah al-Ma'arij, 70:19
70-19: Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat resah gelisah.
70-20: Apabila dia ditimpa kesusahan dia gelisah.
70-21: Dan apabila dia mendapat kebaikan dia bakhil.
Takkan bila ada masalah kita tak boleh bersungut?
adakah maksudnya kita takboleh bercerita dengan kawan2 mengenai masalh2 hidup kita?
Salahkah jika aku menarik nafas panjang sekadar mengenangkan ujian yang mendatang?

Soalan demi soalan melintasi ruang fikiranku yang terbatas ini. Sejak akhir-akhir ni, sedar atau tidak, kedengaran ataupun sendirian aku banyak mengeluh. Runsing tak bertepi. Dan bila kerunsingan itu datang, kadang-kadang aku mengeluh. Dan nama yang mula-mula aku terlintas dibenak fikiranku bukan Dia. Umi yang aku ngat, Ida yang aku iingat dan kadang-kadang sepi terus, tergamam. Bila nama Allah pula kau ingat fatihah? Astaghfirullah NamaNYA mungkin hanya akan muncul selepas nama2 itu terlintas difikiranku. Astaghfirullah astaghfirullah.

Hakikatnya kepada siapa engkau bergantung? Aku bertanya sendirian. Pergantungan kau kepadaNYA masih belum total. Masih ada lompong-lompong yang perlu kau isi. Aku tahu, aku sedar hanya kepadaNYA aku akan kembali, dan hanya kepadanya aku pantas mengadu, hanya padaNya aku patut bertawakal. Ya Ya aku tahu. Tapi teori itu ternyata bukan semudah yang kita pelajari. When it comes to practical, it would always be the hardest one.

Tapi aku percaya, tidak salah kita bercerita kepada orang lain akan masalah kita. Teapi apa yang menjadi persoalan utama adalah, sudahkah kau bercerita kepada pemberi masalah itu kepadamu? Sudahkah kau bertanya kepada empunya mutlak dirimu sebelum mengambil sebarang keputusan? Insya Allah hati akan kembali tenang selepas mengingatinya. Dan ingatlah, Allah tahu hal ini payah bagimu, dan Dia juga telah membei penyelesaiannya kepadamu.
"Dan Mohonlah pertolongan kepada Allah dengan sabar dan solat. Dan solat itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyuk.
(iaitu) mereka yang yakin, bahawa mereka akan menemui Tuhannya, dan bahawa mereka akan kembali kepadaNya"[Al-Baqarah:45-46]

Sungguh di sebalik ujian itu, ada ganjaran yang disediakan. ada hikmah yang perlu diselongkar. Terletak kepada kita sama ada untuk berlapang dada menerimanya ataupun terus0terusan mengeluh, melakukan hal yang telah ditegah Allah swt.
Tepuk dada tanya iman, dan bermujahadahlah.

Cinta Tak Bersyarat