Aku Lihat

Aku lihat gunung menangis lagi,

Menghamburkan tangisan tanah tanpa henti,

Dek kerana baju hijaunya yang diregut tangan-tangan yang tidak pernah puas,

Satu demi satu baju ku hilang entah ke mana,

Hanya tangisan sepi yang mampu dihamburkan,

Namun tidak dibalas sesiapa

Aku lihat ombak mengamuk deras,

Menghentam benteng batu itu tanpa henti,

Mengapa pergerakan ku kini terbatas?

Kenapa aku tidak bisa bersua pesisir pantai kasihku yang dulu setia menemani ku,

Sentiasa ceria menerima ombak lembut ku,

Aku ingin bebas,

Dan ombak lembut ku itu kini hanya akan menjadi kenangan

Aku lihat langit berwajah suram,

Kelihatan keruh bersulam duka wajahnya,

Tiada lagi hamparan biru yang memukau pandangan mampu ku pamerkan,

Kini segala-galanya tersorok jauh di tabir kotor itu,

Indian Proverb

All flower of tomorrow,

are in the seedsof today

p/s:have a nice day, may today is a lot better than yesterday

It is normal to be sad BUT

21:87)
Lâ ilâha illa Anta [none has the right to be worshiped but You (O Allâh)], Glorified (and Exalted) are You [above all that (evil) they associate with You]. Truly, I have been of the wrong-doers."[Al-Anbiya,21:87]

Prophet Yunus's story have been captured several times in Quran for us human to learn from it. And apply it in our daily life. There is nothing better than story from Quran cause this is the words from Him, The Creator, The Al-Mighty. For example, it is normal for us human to feel sad and sometimes when we are under depression we would make a wrong decision and might end up regret about it later. let say we feel depressed after having a bad exam result or maybe the result we get is not like the way we expect. Then to release the tension, we decide to go to shopping complex or to the pub or watching movies non stop without realizing that we still have other responsibility to be full fill. At the mean time me might forget that we still have assignment to be send tomorrow or forgot that we have make a promise with one of friend to teach her and etc. Then it would end up not only having a bad exam mark but also no marks for assignments and bad record with your friend. Isn't it kind of double the trouble? And Now you regret about it even more.
But DONT WORRY, event Allah's messenger make false BUT the ONLY difference is He regret about it and ask for the forgiveness right away, non stop. Just like Allah describe about Prophet Yunus (pbuh) in 37:139-148
So also was Jonah among those sent (by us). (139)
When he ran away (like slave from captivity) to the ship (fully) laden (140)
He (agreed to) cast lots, and he was condemned: (141)
Then the big Fish did swallow him, and he had done acts worthy of blame. (142)
Had it not been that he (repented and) glorified Allah, (143)
He would certainly have remained inside the Fish till the Day of Resurrection. (144)

But We cast him forth, on the naked shore in a state of sickness (145)

And We caused to grow, over him a spreading plant of the Gourd kind (146)

And We sent him (on a mission) to a hundred thousand (men) or more. (147)
And they believed; so We permitted them to enjoy (their life) for a while. (148)

Sampai kapan kelana ini?

سُوۡرَةُ الاٴنبیَاء
بِسۡمِ ٱللهِ ٱلرَّحۡمَـٰنِ ٱلرَّحِيمِ
ٱقۡتَرَبَ لِلنَّاسِ حِسَابُهُمۡ وَهُمۡ فِى غَفۡلَةٍ۬ مُّعۡرِضُونَ (١)
Telah hampir datangnya kepada manusia hari perhitungan amalnya sedang mereka dalam kelalaian, tidak hiraukan persediaan baginya. )

مَا يَأۡتِيهِم مِّن ذِڪۡرٍ۬ مِّن رَّبِّهِم مُّحۡدَثٍ إِلَّا ٱسۡتَمَعُوهُ وَهُمۡ يَلۡعَبُونَ (٢)

Tidak datang kepada mereka itu sebarang peringatan yang diturunkan dari Tuhan mereka lepas satu: Satu, melainkan mereka memasang telinga mendengarnya sambil mereka mempermain-mainkannya)

bergetar hati membacakan kalimat suci ini,
risau fikiran memikirkan keadaan diri ini,
dan sungguh al-Quran itu benar, dan TIDAK ada yang benar melainkannya,
adakah kita termasuk dalam golongan ayat di atas?
satu demi satu nasihah menyapa telinga,
insan silih berganti menyampaikan pesan,
namun bagaimanakah kita,
adakah sekadar membiarkan ianya berlalu sekadar angin senja,
menyapa sebentar, dingin seketika,
kemudian hilang entah ke mana,
dan mentari pasti tenggelam di ufuk barat,
begitu juga dengan ajal kita,
pasti tiba, tanpa lengah walau sesaat jua,
namun Alhamdulillah kita masih diberi peluang,
melihat mentari naik lagi, melihat ombak memukul pantai lagi,
meneruskan sisa perjuangan hidup yang entah dimana akan terhenti,
dan insan-insan yang tersedar masih cuba membangunkan yang terlena,
tanpa jemu nasihah meniti bibir,
melafazkan kalimah menyedarkan jiwa,
dan pada hari itu mentari akan tenggelam kembali,
dan kemudian mentari muncul kembali,
peluang diberi sekali lagi,
mata bertemu mata kembali,
Namun sampai bila kita harus membiarkan ia pergi begitu saja?
sampai bila kita perlu endah tak endah akan 2nd chance itu,
entah barangkali hari esok matahari itu tidak naik lagi,
entah esok jasad tiada kekuatan untuk berdiri lagi,
kerana roh pinjaman telah diambil kembali Pencipta,
dan bagaimana kita ketika itu ?